Rabu, 17 Juni 2015

Gue dan Mimpi



Gue dan Mimpi
( sang perubahan )
 
 
Hai everybodeh, apa kabar nih? Gue sih alhamdulilah baik *nanya sendiri jawab sendiri* haha maklum jomblo . soal jomblo kalian harus tahu ya bahwa menyanyi kelamaan solo juga tidak baik. Makanya butuh teman duet, maksudnya kita hidup ga selamanya mampu sendiri makanya butuh temen hidup. Ngomong-ngomong soal jomblo, jomblo juga manusia kan, that’s right ? jomblo juga pasti punya mimpi dan cita-cita kan ? that’s right.nah, tapi kali ini gue ga akan bahas soal jomblo, tapi gue mau bahas soal Harapan dan cita-cita gue nih guys….simak yaaa J
Ok guys. Kenalin gue RIAN , lengkapnya sih RIAN NUGRAHA, but you can call me just Rian ajalah yaa. Gue anak pertama dari 2 bersaudara, gue punya adik yang umurnya jauh dari gue but she is beautiful. Gue lahir dari Bapak yang bijaksana dan ibu yang luarbiasa dari keluarga biasa,sederhana dan apa adanya. Bokap Cuma wiraswasta dan alhamdulilah petani juga karena kita masih punya aset berharga yaitu sawah hehehe. Nyokap, alhamdulilah ibu rumah tangga yang selalu setia setiap pagi menghidangkan sarapan untuk bapak, setiap pagi mau selalu nganterin adik perempuan gue ke sekolah dasar, dan setiap saat menuangkan cinta kasihnya kepada keluarga.
Waktu kecil gue sama ko kaya anak” kecil lainnya, yang sering main kelereng, yang suka sepeda-sepedahan sana sini,yang suka beli permen jahe kalo beli seribu dapet banyak, dll. Waktu kecil, gue belum paham dengan yang namanya organisasi ? tapi bukan berarti gue ga pernah ikut organisasi lohh,, jangan salah waktu SD gue pernah ikut Pramuka dan selalu jadi ketua regu gitu hahah *prok prok prok*. Biasa aja sih hehehe
Masuk ke SMP, disini awal gue mulai mengetahui bahwa betapa serunya berorganisasi *ciiee lebay*, waktu itu gue ikutan Marching Band di SMP, berbagai alat dan posisi sudah gue cobain semua dan itu sangat menyenangkan. Semenjak masuk dan ikut bergabung di Marching Band, banyak sekali prestasi-prestasi yang ditorehkan gue bersama teman-teman seanggota.
Masuk SMA, nah disinilah masa-masa dimana masa sekolah paling indah, semasa SMA cukup banyak hal-hal baru yang gue dapat. Mulai dari gue ikut organisasi hingga beberapa eskul disekolah. Awal gue masuk SMA tepatna kelas X di tahun 2010-2011, gue tergabung dalam anggota Pramuka,KIR,PADUS,JURNALIS,juga OSIS. Alhamdulilah berkat keaktifan gue semasa jadi anggota di OSIS, akhirnya banyak dukungan dari teman-teman agar gue mencalonkan diri jadi calon ketua OSIS, dan *taaaraaa* puji syukur ternyata berkat usaha,doa, dan dukungan gue bisa menjabat sebagai Ketua OSIS di periode 2011-2012 *tepuk tangan* *horree* *Lebay* hahaha
Nah, dari OSIS itu lah timbul pemikian bahwa mungkin akan lebih baik jika gue bisa menjadi Presiden ??? *mikir keras* hahaha. Jadi gini loh, gue selalu percaya bahwa setiap organisasi memiliki tujuan yang baik *tergantungsih* haha tapi yang pasti seperti itu *ala syahini*
Jadi presiden ya ?? apa ga ketinggian ? ngga lah, setiap orang berhak ko bermimpi dan mempunyai mimpi. Tapi kalau dipikir-pikir sih mengembangkan dan memajukan potensi SDA dan SDM di kota kelahiran akan lebih bagik, yappp gue juga bercita-cita ingin jadi BUPATI tentunya mengabdikan sepenuh jiwa dan raga demi kota kelahiran yang diharapkan. *eeiitts* tunggu dulu untuk bisa menjadi seorang pemimpin pastinya harus punya Visi-Misi dong,, okeh ini dia :
1. Kota gue adalah kota pangkal perjuangan. Jika ada rezeky untuk bisa menjadi bupati, gue ingin sekali mendirikan banyak hal-hal yang berbau sejarah dan perjuangan. Selain itu, memperbaiki bangunan-bangunan peninggalan sejarah kota agar anak-anak bangsa dan bahkan anak cucu kita tidak melupakan begitu saja niali history dari peninggalan-peninggalan sejarah para pahlawan dikotanya, yang saya lihat sampai saat ini masih sangat amat kurang perhatian dari pemerintah.
2. Kota gue adalah kota lumbung padi. Julukan itu mungkin berlaku dulu, sekarang malah banyak sekali gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Tentu, gue ingin julukkan itu ada dan dikenal sampai kapanpun itu, maka dari itu gue harus bisa menekan dan meminimalkan pembanguan-pembangunan yang sifatnya hanya menguntungkan segelintir pihak saja. bukan berarti tidak ingin kota saya maju, tapi akan lebih baik berkembang hingga maju dengan kealamiannya dan keapa adaannya, membiarkan pihak-pihak asing mendirikan gedung-gedung tinggi hanya akan menghabiskan lahan pertanian dan mengikis kota gue. Hanya tidak mau jika anak cucu kita nanti hanya bisa melihat bahwa si lumbung padi yang telah tertimbun baja dan besi.
3. Kota gue adalah kota seni. Sebenarnya banyak sekali seniman-seniman yang ada di kota kelahiran gue namun kurangnya perhatian dari pemerintah membuat banyak para seniman untuk berhenti berkaya. Hal itu yang tidak ingin gue lihat, karena bagaimanapun kesenian daerah harus diperhatikan dan dipertahankan bahkan jika perlu harus bisa dilirik dunia nasional dan internasional hingga bisa di patenkan agar bisa diperkenalkan kepada anak cucu kita nanti.
4. Kota gue adalah kota penuh karya. Dibuktikan dengan banyaknya anak-anak muda yang beraksi dan berkreasi ini tentu mendatangkan kebanggakan tersendiri bagi gue. Namun sedikitnya sarana dan prasarana untuk anak-anak muda mengembangkan potensi mereka terkadang itu menjadi faktor yang menjadikan mereka tidak dapat menyalurkan bakat mereka. Maka dari itu, gue ingin sekali membangun dan mengadakan sarana dan prasarana untuk mempermudah anak-anak muda mengembangkan kemampuan mereka.
5. Dulu kota saya sempat mempunyai TamKot, hanya saja sekarang sudah tidak ada karena lahannya di ambil alih oleh pihak tertentu untuk mendirikan sebuah pusat perbelanjaan. Oleh karena itu gue berkeinginan mendirikan taman kota dengan ruang lingkup yang besar, dimana didalamnya terdapa foodcourt dan taman rekreasi untuk remaja dan keluarga.
6. Mengajak seluruh potensi kota yaitu Sumber Daya Manusia untuk berusaha agar tidak menjadi budak di rumahnya sendiri. Tidak sedikit masyarakat kota gue yang malah menjadi tamu dirumahnya dan hal itu yang kadang membuat saya sedih. Apapun dan Bagaimanapun kitalah yang seharusnya memegang,memerankan, dan mengelola kekayaan dan kota kita bukan mereka (pihak asing).
7. Gue pasti mengedepankan dan mementingkan kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan untuk masyarakat kota gue, karena 3 hal itu gue yakin yang akan membuat kita kuat,berkembang dan maju. Jika 3 elemen penting itu terpenuhi.
8. mengembangkan anak-anak jalanan menjadi anak-anak yang berpotensi dan menghasilkan prestasi.
9. Memperbaiki perekonomian daerah pastinya melalui otonomi daerah yang lebih baik dan efektif agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat pula.
10. yang muda penuh karya. maka dari itu saya akan memberikan kebebasan bagi anak-anak muda dalam beraksi dan berekspresi selama itu tidak menyimpang dan anarki.
Nah guys, mungkin jika semua harus dituangkan melalui kata-kata, ini tidak akan cukup. Yang pasti akan banyak sekali hal-hal yang akan gue lakuin demi harapan dan perubahan , demi mimpi dan kenyataan jika nanti gua bisa menjadi bupati. Ini bukan soal sebarapa pintar lu mengalahkan pesaing-pesaing lu, bukan pula soal seberapa banyak uang agar dapat membeli suara orang, tapi seberapa besar niat dan kemampuan lu untuk dapat mempengaruhi semua hal menjadi perubahan. And last words guys, apapun dan bagaimanapun kota gue jadinya nanti, gue akan tetap mencintainya karena disitulah pertama gue mengenal dunia J.
Ok gue rian,, and see u…bye byee

Kamis, 07 Mei 2015

Jokowi Harus Evaluasi Kinerja Pimpinan TNI dan Polri Pasca-Bentrok di Batam




BENTROK TNI-POLRI di BATAM MENGANCAM !!!

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo diharapkan ikut menangani secara serius kasus bentrokan yang kembali terjadi antara TNI dan Polri di Batam pada Rabu (19/11/2014) kemarin.  Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan, Jokowi harus melakukan evaluasi terhadap kinerja Pimpinan TNI dan Polri yang dinilainya lengah mengawasi anggotanya.

"Jokowi harus mengevaluasi dan mencopot para pimpinan TNI dan Polri. Bagaimana pun, bentrokan ini tak lepas dari kelengahan elit-elit TNI dan Polri dalam mencermati dinamika di Batam pasca bentrokan 21 September 2014 lalu," ujar Neta, kepada Kompas.com, Rabu (19/11/2014) malam.

Menurut Neta, Pimpinan TNI dan Polri gagal meredam rasa dendam  antara kedua pihak sebagai akibat dari bentrokan beberapa waktu lalu. Konflik antara dua institusi ini, kata Neta, ikut merugikan masyarakat karena mengganggu keamanan dan menimbulkan keresahan. 

Selain itu, Neta mengatakan, negara juga ikut mengalami kerugian besar dengan adanya konflik TNI dan Polri. Menurut dia, kejadian ini akan membuat investor asing takut menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal, sebelumnya, dalam forum APEC dan G-20, Jokowi mengundang para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

"Bagaimana mereka mau masuk jika tidak ada jaminan keamanan di Indonesia, mengingat antar aparat keamanan saja saling tembak dan terus terlibat bentrokan," kata Neta.

Seperti diberitakan, sejumlah oknum TNI Batalion 134 Tuah Sakti, pada Rabu pagi, melakukan penyerangan ke Mako Brimobda Kepri, di Tembesi, Batam. Dalam penyerangan itu, oknum TNI tersebut sempat melakukan pengerusakan.

Peristiwa bentrokan kembali berlanjut hingga Rabu tengah malam. Informasi menyebutkan, sempat terjadi baku tembak dalam peristiwa bentrokan kali ini. Peristiwa ini bukan kali ini saja terjadi di Batam. Sebelumnya, pada bulan September lalu, bentrokan serupa mengakibatkan empat anggota TNI menderita luka tembak.

Saat itu, peristiwa bermula ketika tim dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri dibantu anggota Brimob, sedang melakukan penggerebekan salah satu gudang penimbunan BBM ilegal. Belakangan diketahui, anggota TNI Bataion 134 terlibat dalam aksi penimbunan BBM ilegal tersebut.

Kitik :
saya sangat amat kecewa terhadap apa yang telah dilakukan dan terjadi pada kedua pihak yang seharusnya mampu mencipatakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan negaranya tetapi malah terjadi bentrok dan kerusuhan seperti contoh kasus diatas. Kejadian ini tentunya amat sangat merugikan bukan Cuma bagi masyarakat juga bagi bangsa dan nama baik Negara.
 Sudah kewajiban para petinggi Negara dan petinggi pihak-pihak terlibat didalamnya untuk turut andil dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, ketegasan dan kejelasan hukum sangat dinanti oleh masyarakat karrna bagaimanapun dan siapapun yang dianggap melakukan kesalahan (dalam hal ini bentrok dan kerusuhan) yang akibatnya mengancam keamanan Negara dan masyarakat. Harapan saya, semoga peristiwa seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi adapun yang sudah terjadi berharap bisa menjadi bahan evaluasi dan koreksi agar pertahan dan keamanan di Indonesia dapat bersatu dan menjalin hubungan jauh lebih baik lagi sehingga kinerja dan nama baik TNI/POLRI bisa kembali dipercaya dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi Negara dan tujuan bangsa. 
Terimakasih heheheh… 

Sumber :
http://nasional.kompas.com/read/2014/11/20/06485061/Jokowi.Harus.Evaluasi.Kinerja.Pimpinan.TNI.dan.Polri.Pasca-Bentrok.di.Batam